Tuhan...
Jika suatu saat aku melihatnya bahagia
Izinkan aku untuk tersenyum
Tuhan...
Jika suatu saat dia menangis karena kekecewaan
Izinkan aku menghapus air mata dan membuatnya tersenyum
Tuhan...
Jika aku hanya bisa meneteskan air mata
Izinkan aku menghilang selamanya
selamanya....
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tak Tersisa
Posted in
Labels:
Puisi
Menapaki jalan berliku
Tertiup hembusan angin
Kini kekasih telah pergi
Meninggalkan jiwa yang sepi
Bukankah raga ini telah mati???
Mati bersama potongan harapan yang tak tersisa
Tertiup hembusan angin
Kini kekasih telah pergi
Meninggalkan jiwa yang sepi
Bukankah raga ini telah mati???
Mati bersama potongan harapan yang tak tersisa
Dari seorang sahabat...
Posted in
Labels:
Puisi
Jumat, 19 November 2010
Hari ini ia pergi
Membawa pesan dari ilahi
Apakah sahabat telah mati?
Tidak! Hanya tikus yang mati
Mereka telah teracuni
Jagung hijau milik petani
Menggenggam janji
Seperti menggenggam mawar berduri
Apakah kau tahu arti sahabat sejati?
Sahabat bak burung merpati
Selalu bersama dalam keluarga inti
Selalu berbagi saat jagung berlari
Meskipun dia pergi, kelak pasti kembali
Terimakasih sahabatku....
Winda..:)
Langganan:
Postingan (Atom)







